Ditengah suasana politik dunia yang tengah bangkit dari kehancuran perang, tidak ada negara didunia yang memperhatikan nasib sebuah negara yang masih muda yang tengah memperjuangkan harga diri dan kemerdekaannya.
Jalan diplomasi untuk mendapatkan pengakuan eksistensi keberadaannya seakan-akan menghadapi tembok tebal…. Disaat seperti ini muncul sebuah gagasan brilian untuk membuka mata dunia akan eksistensi Republik Indonesia dan unjuk kekuatan bahwa militernya masih ada dan masih kuat untuk membela rakyatnya.
Dengan sandi janur kuning, tepat pada jam 6 pagi ketika sirine dari markas penjajah berbunyi dimulailah suatu operasi militer skala luas untuk menduduki ibukota negara yang kita cintai Yogyakarta, terlepas dari siapa yang mempunyai ide melakukan hal ini… tetapi satu yang saya ketahui bahwa kakek-kakek kita telah memberikan apa yang bisa mereka berikan untuk negara ini, pernahkah kita mendengar mereka mengklaim bahwa merekalah yang paling berjasa…tidak…. Mereka ikhlas, mereka tidak peduli bagaimana nasib keluarga jika mereka meninggal, bagi mereka hanya ada dua pilihan merdeka atau sahid (Insya Allah).
Selam 6 jam mereka menguasai ibukota, dan saat itu dunia tersentak bahwa di bagian lain hidup mereka ada sebuah bangsa yang bernama Indonesia yang tidak rela harga diri dan martabatnya dihinakan, dengan gagah berani mengirimkan patriotnya membela kehormatan bangsa, bagimu untuk negeri ini .. tiada satupun pekerjaan yang terlalu sukar, dan tiada satupun pengorbanan yang terlalu besar…
Darah dan keringat rela kau curahkan, tangan dan kaki rela kau berikan…..
Bukan hanya untuk namamu…iklhlas demi langit bumi…
Untuk mempertahankan tanah merdeka….(ebiet)
Maafkan kami generasi muda yang belum mampu meneruskan dan mewujudkan cita-cita yang engkau perjuangkan, aku hanya mampu mempersembahkan rekontruksi perjuangan yang telah engkau lakukan, semoga dapat menyadarkan anak negeri ini supaya segera bangun dari tidurnya, dan mulai melanjutkan apa yang telah engkau rintis… sebuah gambar lebih bermakna dari sejuta kata….

Umur tidak menjadi masalah untuk berjuang

Para pejuang berlindung di Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat

Ayo tebak dimana lokasinya ?

Nah yang ini pasti pada tau.

Kemanunggalan Tentara dan Rakyat

Merayakan kemenangan

Mundur setelah menguasai ibukota selama 6 jam
halo bos saya gunawan arekeo UI foto luar biasa apa bisa aku dapatkan foto digit dalam ukuran yang agak gedhe resolusinya. matuenuhun
Oleh: gunawan wahyu widodo on Februari 19, 2010
at 4:25 pm
itu bukan foto asli bro … kalo mau cari coba di arcieve.net
Oleh: wibi4linux on Maret 1, 2010
at 10:38 pm
terutama foto serangn umum letkol soeharto. gunawan 081314328890
Oleh: gunawan wahyu widodo on Februari 19, 2010
at 4:26 pm
coba di google di swaramuslim.com
Oleh: wibi4linux on Maret 1, 2010
at 10:38 pm
bgus2 fotony kyany jrang dipubliksikan. mnambah smgat kta utk mngisi kmerdekaan.
klo msh ada d tmpilin yg lain yg serangan umum
Oleh: cah jogja on Maret 3, 2010
at 11:40 am
Oke Bro .. sedang ngumpulin bahan tentang cerita Serangan umum 1 maret yang jarang/belum pernah dipublikasikan .. atau terlewat …tunggu aja yo …semoga dalam beberapa hari sudah bisa di upload
Oleh: wibi4linux on Maret 3, 2010
at 9:08 pm
klw mw cri yg asli d5n bls
Oleh: yudho on Februari 28, 2011
at 7:16 pm
kalau gambar yg skrng bs dikrm ke hpku g bls
Oleh: yudho on Februari 28, 2011
at 7:17 pm