Oleh: wibi4linux | Maret 9, 2009

Don’t Try This At Home

movingfunnypenguinsSemalaman tadi bergadang dan baru bisa tidur pada jam 5 pagi, baru saja akan terlelap, kalau orang melayu bilang masih ngantuk-ngantuk ayam, kudengar adanya keributan dari kamar adikku seperti orang bertengkar disertai suara gedebuk-gedebuk, segera aku bangun dan melihat…wahhh ternyata adikku terkunci di kamarnya, ohh ini sih enteng pikirku…dengan segera ku keluarkan jurus mengotak-ngatik kunci yang kudapat dari buku maksiat yang berjudul Book of Anarchy yang salah satu babnya membahas bagaimana menjadi maling.

Namun tak disangka ternyata pelajaran tersebut tidak mempan, karena adikku memang nggak pernah mengunci kamarnya, ternyata terjadi kemacetan pada pengunci pintunya, setelah menggunakan obeng kubuka engsel pintu….tetap saja tidak bisa, setelah diteliti lebih lanjut ternyata besi yang menjadi penyangga yang ternyata lepas dan sebagian masih menempel di pintu dan sebagian masih menempel di bagian dinding, wah kalu begini hanya ada dua kemungkinan membongkar dinding dari dalam kamar yang kurasa tidak mungkin dilakukan oleh adikku yang perempuan dan berbadan mungil, atau dengan cara mendobrak pintu.

Akhirnya pilihan mendobrak pintu merupakan pilihan yang diambil, bagaikan film-film hollywood aku mulai mendobraknya dengan keras, sekali…dua kali, berkali-kali nggak juga jebol, hanya bergeser sedikit…setelah mencoba berbagai cara hingga hampir 2 jam masih saja belum terbuka.. terpaksa aku mencoba cara lain yaitu dengan meniru film produksi China, dengan mengambil ancang-ancang cukup jauh aku mulai meloncat terbang menggunakan jurus tendangan tanpa bayangan…..dan…

Dengan disertai dua suara (dimulai dengan huruf k dan b) yang keras pintu itu berhasil dirobohkan.

Nah suara keras yang dimulai dengan huruf “b” yang kumaksud adalah suara braak yaitu suara pintu yang jebol dan roboh, sedangkan suara yang diawali “k” adalah kraaaak yaitu suara migrasi dari pergelangan kakiku yang memutuskan untuk berpindah kiblat sejauh 5 derajat, dengan mengesampingkan rasa malu kepada ibu, bapak, dan adik maka dengan suara lantang bagaikan suara Bung Tomo waktu menggelorakan perlawanan pada peristiwa 10 November di Surabaya, aku berteriak  kesakitan… sehingga terjadi sedikit kepanikan di rumah…namun setelah melihat aku tidak apa-apa kepanikan berubah menjadi tertawaan…. Waladalah kakiku sakitnya minta ampun malah ditertawakan. Untunglah dengan sedikit pincang aku masih bisa berjalan dan dengan sedikit paksaan, kakiku bisa dikembalikan ke bentuk asalnya dengan meninggalkan bekas biru kehitaman dan sedikit membesar bagaikan orang yang terkena beri-beri, setelah kuperiksa ternyata terdapat bekas membiru di tempat lain yaitu di lengan, pinggang, pantat (ini pasti pada saat aku jatuh) dan kepala (khusus yang ini aku tidak menyadari kapan mendapatkannya), ya sudahlah… gara-gara pintu macet Tim Futsal STMIK Bumigora terpaksa kehilangan striker tersuburnya paling tidak selama satu bulan

Pelajaran yang kudapat dari peristiwa ini adalah peringatan pada film-film yang menyatakan “Don’t Try This At Home” ternyata sangat benar, jadi jangan meniru adengan film ya…… Okay.


Tanggapan

  1. kaki yang sakit disebabkan karena faktor umur mas… heheheheheheehh just kidding 🙂

    • sangat mungkin hahahahahha


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: